Senin, 15 Oktober 2012

rilis Aksi Waralaba


REALESE AKSI PERGERAKAN MAHASISWA ISLAM INDONESIA CABANG KABUPATEN SERANG

Sistem ekonomi yang hari ini di usung oleh Indonesia (Ekonomi kerakyatan), hari ini di cederai oleh pelaku usaha yang mempunyai power financial besar dan menggunakan berbagai cara untuk bisa membuat pasar monopoli besar-besaran dengan mendirikan waralaba/toko modern dangan berbagai retail agar bisa menguasai pasar, yang lambat laun mematikan usaha kecil menengah sebagai bagian dari ekonomi kerakyatan.

Dan ironinya lagi, Peneggakan prodak hukum yang berkaitan dengan waralaba oleh pemerintah kami anggap lemah. Hal ini  berdasarkan hasil kajian dan Advokasi Pergerakan mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang kabupaten Serang, pendirian Waralaba-waralaba tersebut sudah menyalahi aturan yang di tetapkan oleh pemerintah baik melalui Peraturan Pemerintah nomor 42 tahun 2007 tentang Waralaba (Pasal 4 Ayat 1) dan Peraturan Daerah Nomor 6 Tahun 2012 Tentang Penataan Waralaba, Pusat Perbelanjaan, Toko Modern dan Pasar tradisional. (Pasal 14 Point B, C, D Dan Pasal 32 Ayat 9 Point E). diantaranya :

Kecamatan Padarincang
1.        Pwanten
2.        Alfamart
3.        Indomart
Kecamatan cikande
1.        Alfa mart
2.        Alfa Mart
3.        Indomart
4.        Alfa Mart
5.        Alfa mart
Kecamatan Cinangka
1.        Indomar Pasar Sirih
2.        Alfamart Pasar Sirih
3.        Alfamart
Kecamatan Jawilan
1.        Ceria Mart
2.        Alafa Mart
Kecamatan anyer
1.        Alfa Eksfres
2.        Alfa Mart
3.        Indomart
4.        Alfa Ekspres
5.        Alfa Mart
6.        Indomart
7.        Ceria Mart
8.        Alfamart
Kecamatan Kibin
1.        Alfa Mart
2.        Alfa Mart
3.        Indomart
4.        Ceria mart
5.        Alfa midi
6.        Alfamart
7.        Indomart
Kecamatan Pabuaran
1.        Alfa mart
2.        Alfa mart
Kecamatan Petir
1.        Alfa Mart
2.        Alfamart
Kecamatan Baros
1.        Alfa Mart
2.        Indomart
3.        Alfa Mart
4.        Indomart
Kecamatab Keragilan
1.        Alfa Mart
2.        Indomart
3.        Indomart
4.        Alfa mart
5.        Indomart
6.        Alfa Midi
7.        Alfamart
8.        Indomart
9.        Alfamart
10.     Indomart
Kecamatan Pamarayan
1.        Alfa Mart
2.        Indomart
Kecamatan Ciruas
1.        Ceria mart
2.        Alfa mart
3.        Alfa midi
4.        Ceria mart
5.        Alfa Mart
6.        Indomart
7.        Alfa Mart
Kecamatan Pontang
1.        Indomart
2.        Alfa Mart
3.        Alfa Mart
Kecamatan Keramatwatu
1.        Alfa mart
2.        Indomart
3.        Alfa Mart
4.        Alfamidi
Keterangan : Sample 61 waralaba di 14 kec. Dari 28 kec. Se-Kabupaten Serang

Hal ini juga di perparah dengan terlibatnya Oknum Lembaga Pemerintah BPT & PM  (Badan Perizinan Terpadu dan Penanaman Modal) Kabupaten Serang yang harusnya ikut serta dalam memberikan peluang kepada masyarakat untuk bisa mengusung dan menjalankan roda ekonomi kerakyatan malah terlibat memonopoli tersebut dengan menyalahgunakan wewenang yang di berikan kewenangan untuk memberikan izin Pendirian Waralaba-Waralaba di kabupaten serang. dan diduga telah menyalahi UU No. 31 Thn 1999 jo UU No. 20 Thn 2011 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.dengan alih-alih untuk kemaslahatan dan menyerap tenaga kerja.


Maka atas dasar kajian advokasi dan temuan dilapangan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Serang dengan ini menuntut :

1.        Melakukan Perifikasi kembali kepada Waralaba yang masa Izinnya sudah habis dan Mencabut Izin/menutup waralaba yang melanggar Peraturan Pemerintah No 42 tahun 2007 dan Peraturan daerah (PERDA) Nomor 6 Tahun 2012
2.        Perusahaan-Perusahan Waralaba harus Menyalurkan CSR (Corporate social Responsibility)  Sebagai Bentuk Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (PERDA Pasal 32  Ayat 2 hurup j) yang trasnfaran.
3.        Pemerintah harus Serius mengawal dan Mengawasi Perkembangan Waralaba agar tidak menjamur dan mematuhui Peraturan yang ada di Indonesia dan daerah, dan dengan tegas memberikan sanksi  kepada waralaba-waralaba yang melanggar aturan yang berlaku.
4.        Menindak dengan tegas Oknum Pegawai Negeri Sipil yang meyalahgunakan kewenangan

Demikian sekelumit jeritan dan harapan masyarakat “Anak Bangsa” yang merindukan sebuah perubahan fundamental dan mendambakan adanya sebuah kepastian hukum sesuai amanat undang-undang yang utuh dan beretika, dengan mengedepankan prinsip-prinsip hukum yaitu kejujuran, kepatutan, keadilan, egaliter, dan kemanusiaan.
Tunduk Tertindas Atau Bangkit Melawan…………………………!!!!!!!
.