Jumat, 24 Agustus 2012

informasi transparansi publik

ERANG – Bupati Serang Ahmad Taufik Nu­riman mengaku optimistis proses pem­bebasan lahan bakal lahan Pusat Pemerintahan Kabupaten (Puspemkab) Serang di Desa Kaserangan, Kecamatan Ciruas, bakal segera tuntas. Saat ini tim sedang melakukan negosiasi dengan pemilik lahan yang belum bersepakat tentang masalah harga, karena dua dari tiga zona di Kaserangan sudah se­pakat dalam persoalan harga.
“Puspemkab Se­rang saya tegaskan tetap di Kecamatan Ciruas dan tidak mungkin dipindah. Sekarang proses pembebasan lahan sedang berlangsung dan minggu ini kita targetkan dapat dilakukan pembayaran,” kata Taufik saat dialog interaktif menuju keterbukaan informasi publik di Aula Tb Suwandi, Rabu (29/2).
Kata Taufik, pelaksanaan pembebasan lahan bukan perkara mudah. Oleh karena itu, perlu kehati-hatian dalam masalah ini. Atas dasar itu, Bupati minta masyarakat memahami kompleksnya proses pembebasan lahan. “Kita sedang berupaya dalam menun­tas­kan pembebasan lahan Puspemkab. Pada bulan Maret, kita upayakan semuanya dapat selesai,” harapnya.
Aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Serang Mastur yang hadir dalam acara ini, mempertanyakan keseriusan pemerintah dalam persoalan pembangunan Puspemkab yang hingga kini belum rampung. Dia ingin Pemkab bertindak cepat dalam pembangunan Puspemkab. Mastur juga tidak ingin anggaran pembebasan lahan yang telah ditetapkan kembali tidak terserap seperti tahun lalu. “Masyarakat ba­nyak yang mempertanyakan masalah pem­bangunan Puspemkab yang tidak tuntas. Pemkab Serang masih terus menumpang di Kota Serang. Kondisi seperti ini tentu saja tidak menguntungkan dan membuat bingung masyarakat,” tegasnya.
Ketua Forum Masyarakat Serang Barat (Formaseb) Sanwani melalui ponsel juga mendorong Pemkab untuk tetap fokus dalam rencana pembangunan Puspemkab. “Mau tidak mau, ini sudah amanat undang-undang bahwa Pemkab Serang harus pindah,” ujarnya.
Asda I Rachmat Jaya membenarkan bahwa proses pembebasan lahan bakal Puspemkab bakal tuntas pekan ini. Namun dia tidak mengungkap tentang kesepakatan harga yang terjadi antara pemerintah dan pemilik lahan. Katanya, harga yang disepakati tidak jauh berbeda dengan keinginan yang disodorkan tim dari pemerintah. “Bedanya cuma ribuan dari angka yang kita sampaikan,” ujarnya. (tur-fau/zen)

User's Online

   7 Tamu online

Tidak ada komentar:

Posting Komentar