PETIR – Pemahaman tentang wawasan kebangsaan dan yang masih minim di
kalangan masyarakat menjadi persoalan serius bagi bangsa ini. Padahal
negara yang dibangun di atas 17.000 lebih pulau dan ratusan suku bangsa
ini rentan terhadap konflik sehingga dibutuhkan kerja keras agar
masyarakat bisa tetap bersatu dalam wadah Negara Kesatuan Republik
Indonesia.
Hal itu disampaikan anggota DPR RI Fraksi Partai Demokrat Laksda TNI
(Purn) Adiyaman saat sosialisasi empat pilar kebangsaan di Alun-alun
Kecamatan Petir, Senin (23/4).
Dijelaskan Adiyaman, sosialisasi
empat pilar kebangsaan terhadap masyarakat masih minim. Anggota DPR
punya tanggung jawab ikut menyosialisasikan masalah tersebut kepada
konstituennya sehingga masyarakat bisa tahu dan paham tentang empat
pilar kebangsaan yang menjadi landasan berbangsa dan bernegara. Empat
pilar kebangsaan itu adalah Pancasila, Undang-undang Dasar 1945, NKRI,
dan Bhineka Tunggal Ika.
“Negara kita punya potensi konflik yang
cukup besar. Namun konflik yang terjadi dapat kita selesaikan karena
kita sudah diikat dalam satu wadah yang disebut NKRI,” jelas Adiyaman.
Menurutnya,
sebagai negara besar, Indonesia memiliki banyak keunggulan di antaranya
punya penduduk muslim terbesar di dunia, memiliki empat jalur strategis
perdagangan dunia, dan masyarakatnya dikenal punya rasa cinta tanah air
yang tinggi. “Jangan biarkan masyarakat kita terpecah belah ,”
jelasnya.
Mantan Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Serang
Muchyidin Musa mengatakan, sosialisasi empat pilar kebangsaan dapat
meningkatkan pemahaman masyarakat tentang NKRI. “Saya harap masyarakat
tetap bersatu dalam mendukung pelaksanaan pembangunan di daerah,”
harapnya.
Sementara itu, Ketua Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia
(PMII) Kabupaten Serang Rusta mengaku prihatin dengan kondisi negeri
ini. Buktinya, Pulau Sipadan dan Ligitan direbut Malaysia. (tur/fau)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar