Jumat, 24 Agustus 2012

sosialisasi emapt pilar

PETIR – Pemahaman tentang wawasan kebangsaan dan yang masih minim di kalangan masyarakat menjadi persoalan serius bagi bangsa ini. Padahal negara yang dibangun di atas 17.000 lebih pulau dan ratusan suku bangsa ini rentan terhadap konflik sehingga dibutuhkan kerja keras agar masyarakat bisa tetap bersatu dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Hal itu disampaikan anggota DPR RI Fraksi Partai Demokrat Laksda TNI (Purn) Adiyaman saat sosialisasi empat pilar kebangsaan di Alun-alun Kecamatan Petir, Senin (23/4).
Dijelaskan Adiyaman, sosialisasi empat pilar kebangsaan terhadap masyarakat masih minim. Anggota DPR punya tanggung jawab ikut menyosialisasikan masalah tersebut kepada kon­stituennya sehingga masyarakat bisa tahu dan paham ten­tang empat pilar kebangsaan yang menjadi lan­dasan berbangsa dan bernegara. Empat pilar kebangsaan itu adalah Pancasila, Undang-undang Dasar 1945, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika.
“Negara kita punya potensi konflik yang cukup besar. Namun konflik yang terjadi dapat kita selesaikan karena kita sudah diikat dalam satu wadah yang disebut NKRI,” jelas Adiyaman.
Menurutnya, sebagai negara besar, Indonesia memiliki banyak keunggulan di antaranya punya penduduk muslim terbesar di dunia, memiliki empat jalur strategis perdagangan dunia, dan masyarakatnya dikenal punya rasa cinta tanah air yang tinggi. “Jangan biarkan masyarakat kita terpecah belah ,” jelasnya.
Mantan Ketua DPC Partai Demokrat Kabu­paten Serang Muchyidin Musa mengatakan, so­sialisasi empat pilar kebangsaan dapat meningkatkan pemahaman masyarakat tentang NKRI. “Saya harap masyarakat tetap bersatu dalam mendukung pelaksanaan pembangunan di daerah,” harapnya.
Sementara itu, Ketua Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Serang Rusta mengaku prihatin dengan kondisi negeri ini. Buktinya, Pulau Sipadan dan Ligitan direbut Malaysia. (tur/fau)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar